Akibat aktivitas manusia jumlah CO2 atmosfer meningkat. Manusia melepaskan CO2 ke udara jauh lebih cepat dari kemampuan alam untuk menguranginya. Walaupun lautan dan proses alam lainnya mampu mengurangi karbondioksida di atmosfer, pada saat yang sama, jumlah pepohonan yang mampu menyerap karbondioksida semakin berkurang akibat deforestasi, kebakaran hutan maupun konversi lahan. Pada tahun 1750, konsentrasi CO2 sebesar 281 ppm, pada Januari 2007 konsentrasi CO2 telah mencapai 383 ppm (peningkatan 36 persen). Jika prediksi saat ini benar, pada tahun 2100 CO2 akan mencapai konsentrasi 540 hingga 970 ppm. Studi yang dilakukan IESR dan WWF Indonesia tahun 2007 lalu memperkirakan, di tahun 2025, emisi CO2 akan meningkat tiga kali lipat
Sektor transportasi menyumbang 25 persen penyebab pemanasan global. Dari 25 persen itu, tiga per empatnya berasal dari transportasi darat yang memakai bahan bakar fosil. Karena setiap liter pembakaran BBM fosil akan melepaskan emisi CO2 sebesar 3 kg (www.fueleconomy.gov/rekomendasi solid team/EPA). Jika kadar CO2 terus bertambah di atmosfer berimplikasi pada penurunan kandungan gizi sejumlah bahan pokok makanan.
Indonesia seharusnya tidak perlu mengulangi kesalahan negara-negara maju yang berbasis tinggi karbon. Indonesia bisa memilih model pembangunan berbasis rendah karbon, tanpa menurunkan kualitas dan hasil pembangunan itu sendiri, sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan. “Jika hal ini dilakukan, maka Indonesia sebagai negara berkembang telah mengimplementasikan hasil COP 13, yaitu Bali Action Plan, yaitu menurunkan emisi secara sukarela.”
Emisi CO2 lainnya yang berasal dari manusia yaitu proses pernafasan. Perkiraan Wikipedia pd th 2007 populasi manusia di bumi adalah 6,6 miliar. Paru-paru manusia mengambil 250 ml oksigen/menit, dari respirasi manusia melepaskan CO2 berkisar antara 288 liter sampai 450 liter (sekitar 565.36-900 g/per hari). Dengan demikian, jumlah CO2 dilepaskan oleh manusia per hari adalah 0,565 - 0,9 kg / hari. Dengan demikian Emisi CO2 dari respirasi manusia berkisar antara 1,362 x 10 9 ton/tahun - 2,168 x 10 9 ton/tahun (0.565 – 0,9 kg/hari x 365 x 6 600 000 000).
Emisi CO2 per orang akan bertambah lagi apabila dalam beraktivitas menggunakan BBM fosil. Karena setiap liter pembakaran BBM akan meng-emisi CO2 3 kg. Jika setiap hari per orang menghabiskan 10 liter BBM, maka orang tersebut menyumbangkan emisi CO2 ke udara sebanyak 30 kg. Bayangkan berapa jumlah kenderaan di kota anda? berapa liter BBM kah yang mereka habiskan perhari/minggu/bulan atau bahkan pertahun..???
Belum lagi kalau orang tersebut merokok yang juga akan melepas CO2 ke atmosfir..
Oleh sebab itu mari sama2 kita kampanyekan "kurangi emisi CO2 sekarang juga".
Cara yang paling sederhana adalah dengan menggunakan MPG caps. Kaplet ini selain mengurangi emisi CO2 dan emisi lainnya hingga 70 %, juga menghemat BBM hingga 30 %, bahkan membantu merawat mesin kenderaan. Cara memperoleh kaplet ini order langsung ke http://www.linara.myffi.biz atau juga bisa pesan ke 0818937599. Dan untuk informasi lebih lanjut anda KLIK DISINI